Dalam satu paket short trip berdurasi sekitar dua jam, wisatawan diajak menyusuri desa-desa menggunakan mobil VW klasik.
Perjalanan mencakup tiga UMKM dan satu pabrik lokal dengan jarak tempuh kurang lebih delapan kilometer.
Saat ini telah terdata 10 UMKM yang siap menjadi titik kunjungan, meski pada tahap awal baru lima lokasi yang aktif. Tarif short trip dipublikasikan Rp600 ribu per unit, dengan sejumlah promo khusus pada masa awal operasional.
Indra Gunawan selaku penggagas menyebut wisata ini tidak hanya menghadirkan pengalaman unik, tetapi juga menjadi media promosi budaya dan pelestarian kendaraan klasik.
“Konsep wisata VW ini sebenarnya menjaga, melestarikan dan memperkenalkan VW kepada para UMKM yang ada di Kecamatan Ciater, terutama Subang melalui wisata VW ini sehingga masyarakat Indonesia terutama generasi muda lebih bisa mengenal etnik mitologi Indonesia melalui VW, dan juga para UMKM di Kabupaten Subang terutama di Ciater,” ujarnya.
Baca Juga: Hasil sidang isbat Kemenag: Pemerintah tetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh Kamis 19 Februari 2026
Guntara menambahkan konsep safari dirancang agar manfaat kunjungan wisata tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar.
“Safarinya kita keliling ke desa-desa, kita angkat produk unggulan di tiap desa. Harapannya kunjungan ke Ciater meningkat dan masyarakat lokal juga merasakan dampaknya,” katanya.
Bukit Rindu siap kolaborasi dan dongkrak UMKM Ciater
Owner Bukit Rindu, Teguh, menyampaikan ide kolaborasi ini berawal dari tantangan untuk menghadirkan wisata yang mampu meningkatkan aktivitas UMKM Ciater.
“Kami memang awalnya mendapat tantangan dari Pak Guntara yang menyampaikan adanya kegiatan memberikan wisata bagi UMKM pada wilayah Ciater ini, tentunya dengan mengenalkan produk-produk yang ada di sekitar Kecamatan Ciater ini. Karena ini terkait dengan pemanfaatan dan peningkatan wilayah, saya setuju," ujar Teguh
Baca Juga: Sopir taksi di Bogor kembalikan uang Rp180 juta, tolak imbalan dan bikin salut warganet
"Nah ini kaitannya dengan wisata tour dan kendaraan yang mirip-mirip nostalgia seperti di wisata Yogyakarta dan Magelang, safari dan kita mampir ke daerah-daerah yang akan dikunjungi oleh para wisatawan,” sambungnya.