GENMILENIAL.ID – Kementerian Pariwisata menggelar rapat koordinasi dan sinergi antar-stakeholder pariwisata untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan wisatawan bahari di Maluku Utara.
Rapat berlangsung secara daring dan luring pada 7 Oktober 2025 di Bela Hotel Ternate, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIT.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menekankan pentingnya komunikasi yang baik untuk menjaga citra pariwisata dan menanggapi isu keselamatan secara tepat.
“Kalau ada kasus terkait keselamatan atau keamanan, tantangannya adalah bagaimana mengkomunikasikannya kepada publik agar tidak menjadi hal negatif,” ujarnya.
Baca Juga: Tak hanya layani air bersih, Perumda Tirta Rangga Subang hadir untuk warga Subang
Rapat luring diikuti pejabat Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, aparat kepolisian dan TNI, serta pelaku pariwisata seperti pengelola desa wisata, dive centre, dan asosiasi pariwisata.
Kegiatan ini diawali paparan panelis yang membahas mitigasi risiko dan keselamatan di destinasi wisata bahari. Panelis antara lain:
- Dadang Rahmat Hidayat, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pajajaran, membahas Penerapan Risk Communication dalam Kepariwisataan.
- Muchamad Yusuf, Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker, menyampaikan makalah Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Destinasi Wisata Bahari.
- Wakil Basarnas Ternate membahas Pengukuran Risiko (Risk Assessment) di Destinasi Pariwisata Bahari.
Baca Juga: DPR soroti lapas usai kasus Ammar Zoni, minta audit sistem keamanan nasional
Kesimpulan rapat menegaskan bahwa keselamatan manusia, baik wisatawan maupun pekerja, menjadi prioritas utama sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Selain rapat koordinasi, Kemenpar juga menyelenggarakan workshop Diving Safety 1000 Initiatives Maluku Utara pada 7 – 8 November 2025 di Bela Hotel Ternate, diikuti 82 peserta dari industri pariwisata bahari, untuk meningkatkan kompetensi keselamatan pemandu wisata bahari.***