travel

Festival Golo Koe 2025 siap digelar, Labuan Bajo suguhkan wisata religi inklusif bernuansa budaya

Rabu, 6 Agustus 2025 | 01:03 WIB
Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 akan digelar pada 10–15 Agustus mendatang di Marina Waterfront Labuan Bajo (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Labuan Bajo kembali bersiap meriah. Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 akan segera digelar pada 10–15 Agustus mendatang di Marina Waterfront Labuan Bajo.

Festival ini menghadirkan harmoni antara spiritualitas, budaya lokal, dan pariwisata dalam satu rangkaian acara religi yang inklusif dan sarat makna.

Rangkaian festival diawali oleh perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara sejak 9 Juli hingga 4 Agustus 2025.

Baca Juga: Polres Subang bertindak cepat tangani ledakan gas di PT Pertamina EP Cidahu

Selama 27 hari, patung diarak ke 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo, dimulai dari Paroki Bari, Kecamatan Macang Pacar, dan berakhir di Paroki Santo Petrus, Labuan Bajo.

Festival Golo Koe tahun ini kembali masuk dalam jajaran 10 besar event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf dari total 110 event nasional.

Hal ini disambut baik oleh Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, yang menilai festival ini sebagai kekuatan wisata tahunan di mainland Labuan Bajo.

“Festival Golo Koe merupakan perayaan religi akbar yang inklusif, melibatkan lintas umat, budaya, dan komunitas. Ini menjadi daya tarik wisata tahunan di mainland Labuan Bajo,” ujar Dwi Marhen, Sabtu 5 Agustus 2025. 

Baca Juga: Polisi temukan tanda kekerasan pada mayat perempuan dalam drum di kali Cisadane

Mengusung semangat kolaborasi, festival ini mempertemukan berbagai pihak, Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, pemerintah daerah, pelaku wisata, komunitas, hingga generasi muda Manggarai Barat.

Ketua Umum Festival, RD. Rikardus Manggu, menyebut festival ini lahir dari kekuatan iman dan budaya masyarakat Flores.

“Festival ini lahir dari rahim spiritualitas masyarakat Flores yang menjunjung tinggi kebersamaan, alam, dan martabat manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Fransiskus Sales Sodo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjadikan Flores sebagai destinasi wisata rohani Katolik terdepan di Indonesia.

Baca Juga: Viral video wanita diduga nego tilang dengan polisi, kini pengunggah klarifikasi dan minta maaf

Halaman:

Tags

Terkini