GENMILENIAL.ID – Matahari baru saja naik di langit Subang ketika jalanan menuju Lembur Pakuan mulai dipadati warga. Ada yang datang dengan sepeda, ada pula yang berjalan kaki bersama keluarga.
Di antara mereka, terdengar obrolan ringan, tawa anak-anak, dan aroma segar dari buah pir dan apel yang dibagikan secara cuma-cuma.
Inilah suasana Car Free Day (CFD) di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, sebuah kawasan yang kini menjelma menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Subang, sekaligus kampung halaman dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Polwan Polres Subang bagikan makanan di CFD Lembur Pakuan, dapat apresiasi masyarakat
Hari Noorishman, warga asal Tasikmalaya, tak ragu menyebut Lembur Pakuan sebagai magnet wisata yang berbeda dari tempat lain.
“Saya datang dari Tasik malam-malam, demi bisa ikut CFD di sini. Rasanya beda, suasananya asri, ada nilai-nilai kampung yang masih terjaga,” tuturnya saat ditemui GenMilenial.id.
Menurut Hari, daya tarik Lembur Pakuan tak hanya pada lingkungan dan kulinernya, tapi juga nilai kehangatan sosial yang terasa kental.
Di sepanjang jalur CFD, pengunjung tak hanya berolahraga atau berburu kuliner. Mereka juga berinteraksi, berbagi cerita, bahkan menikmati buah dan minuman yang dibagikan oleh Polwan Polres Subang.
Baca Juga: Egy Maulana Vikri tak gentar hadapi Jepang: Skuad utama atau pelapis, sama saja!
“Alhamdulillah, ini bentuk nyata dari pelayanan yang ramah. Polwan-nya baik-baik, senyum terus, dan sopan banget,” tambah Hari.
Aksi humanis para Polwan memang menjadi warna tersendiri di CFD Lembur Pakuan.
Dengan seragam rapi dan senyum tulus, mereka menyapa warga, membagikan makanan, hingga berpatroli dengan sepeda.
“Kami setiap minggu piket di sini, menjaga ketertiban dan sekaligus membaur dengan masyarakat,” ujar Ipda Herlina Swandy, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Subang.
Baca Juga: Fadli Zon tegaskan masyarakat tak perlu cemas soal penulisan sejarah nasional