Terdapat warganet yang mengeluhkan terjadinya fenomena antrian panjang kendaraan saat hendak keluar dari gerbang tol.
Baca Juga: MPM PP Muhammadiyah kenalkan budaya batik dan makanan halal menyehatkan kepada kelompok rentan
Antisipasi Oknum Sopir yang ‘Nakal’
Ada juga warganet yang menilai kebijakan e-toll expired tersebut untuk mengantisipasi tindakan 'nakal' para supir angkutan barang.
Netizen mengungkap, tindakan itu dengan cara menukar kartu e-toll di pertengahan jalan tol agar mendapatkan tarif dengan harga yang lebih murah.
"Karena banyaknya supir angkutan barang yang nakal, dengan menukar kartu e-toll di pertengahan jalan dengan rekannya yang berlawanan arah untuk menghindari tarif tol yang sesuai," tutur warganet dengan akun X @sagit4, pada hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2024.
Netizen tersebut membeberkan contoh tindakan ‘nakal’ oknum sopir yang melakukan penukaran kartu e-toll di pertengahan jalan tol.
Baca Juga: LPO Muhammadiyah gelar Workshop dan Coaching Clinic Sportcaster dan Sepakbola
"Contoh, saya dari Jakarta dan saya koordinasi dengan teman saya berangkat dari Surabaya. Saya masuk di Gerbang Tol Cikarang, teman saya dari Surabaya masuk Gerbang Tol Sidoarjo," ujarnya.
"Di pertengahan jalan saya sudah komunikasi untuk bertukar e-toll, pake jalan tol panjang, bayar tol pendek," lanjutnya.
Petugas Tidak Mudah Membuka Pintu Gerbang Tol
Seorang netizen yang mengaku sebagai pegawai salah satu jalan tol di Jawa Timur (Jatim), mengungkap kebijakan e-toll expired agar mereka tidak mudah membuka pintu gerbang tol.
"FYI (sebagai informasi), saya pegawai di salah satu jalan tol di Jatim," ujar warganet dengan akun X @budhi_satria, pada Rabu, 9 Oktober 2024.
Netizen tersebut mengungkapkan kebijakan itu bertujuan untuk meminimalisir adanya indikasi penukaran e-toll oleh oknum supir.
Baca Juga: Temu alumni, Dirut PT Dahana apresiasi atas sumbangsih dan kesiapanya untuk berkolaborasi