GENMILENIAL.ID - Tahun ini, ketika musim perayaan Tionghoa kembali hadir, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia dipenuhi dengan semangat yang membara.
Dari perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, tradisi-tradisi kuno ini menandai momen penting dalam kalender Tionghoa, dengan setiap perayaan memiliki makna dan ritualnya sendiri.
Imlek, membuka tahun baru dengan suasana meriah
Imlek, yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Tionghoa, adalah perayaan yang paling penting dalam budaya Tionghoa.
Dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, sesuai dengan penanggalan lunar, Imlek sering dimulai dengan upacara kebersihan rumah yang disebut 'suci rumah.'
Baca Juga: Sinopsis 'The Boys' menyuguhkan satire pedas terhadap kekuasan superhero
Rumah-rumah dihiasi dengan hiasan merah, warna yang dianggap membawa keberuntungan dalam budaya Tionghoa.
Salah satu tradisi paling terkenal dari perayaan Imlek adalah reuni keluarga besar.
Anggota keluarga berkumpul untuk merayakan kesempatan ini dengan makan malam bersama, berbagi cerita, dan bertukar amplop merah yang berisi uang sebagai simbol keberuntungan.
Selama perayaan ini, lampion-lampion meriah dan kembang api mewarnai langit, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kegembiraan di seluruh komunitas Tionghoa.
Baca Juga: Tips dan strategi sukses memulai bisnis kuliner di daerah
Cap Go Meh, mengakhiri perayaan dengan kebahagiaan yang menyeluruh
Setelah rangkaian perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa memasuki perayaan Cap Go Meh.
Cap Go Meh, yang juga dikenal sebagai Festival Lantern, dirayakan pada hari ke-15 dari Tahun Baru Imlek.