Ada upaya nyata untuk melestarikan alam sekitar desa, termasuk kampanye penggunaan plastik yang bertanggung jawab dan pengelolaan sampah yang efisien. Namun, popularitas Desa Sasak Sade juga menimbulkan tantangan tersendiri.
Peningkatan kunjungan wisatawan menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya setempat.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan keberlanjutan.
Desa Sasak Sade bukan sekadar destinasi wisata biasa; ia adalah jendela yang mengungkap keunikan dan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat.
Di tengah arus modernisasi yang terus mengalir, desa ini membuktikan bahwa warisan budaya dan kearifan lokal tetap dapat dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.***