GENMILENIAL.ID - Hari ini, bangsa Jepang merayakan salah satu momen paling penting dalam kalender mereka, Hari Kebudayaan Jepang, atau yang dikenal sebagai 'Bunka no Hi.'
Merayakan budaya yang kaya dan beragam, Bunka no Hi jatuh setiap tahun pada tanggal 3 November, memberi kesempatan kepada seluruh negeri untuk merayakan warisan budaya mereka yang luar biasa.
Bunka no Hi memiliki sejarah panjang yang mencerminkan kedalaman dan keanekaragaman warisan budaya Jepang.
Hari ini ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1948 untuk memperingati peristiwa sejarah penting yang terjadi pada tanggal ini.
Pada tahun 660 SM, menurut catatan sejarah, Kaisar Jimmu mengambil tahta sebagai kaisar pertama Jepang, mengawali dinasti kekaisaran di Jepang.
Baca Juga: Hari Ibu Rumah Tangga, merayakan pilar keluarga di tengah kehidupan sehari-hari
Bunka no Hi awalnya disebut 'Tennō tanjōbi,' atau Hari Kelahiran Kaisar, untuk menghormati peristiwa ini.
Namun, dalam tahun-tahun berikutnya, perayaan tersebut berubah fokusnya untuk memperingati dan merayakan kekayaan budaya Jepang yang meliputi seni, musik, sastra, arsitektur, dan tradisi-tradisi kuno.
Bunka no Hi menjadi momen yang penting untuk menghargai semua yang telah Jepang berikan kepada dunia.
Setiap tahun, acara-acara khusus dan pameran budaya diadakan di seluruh negeri, memungkinkan masyarakat untuk menikmati penampilan seni tradisional, karya seniman terkenal, dan koleksi seni yang berharga.
Museum, tempat wisata bersejarah, dan situs-situs warisan budaya lainnya juga menjadi tujuan populer bagi warga Jepang dan wisatawan asing yang ingin merasakan keindahan dan sejarah budaya Jepang.
Salah satu aspek kunci perayaan Bunka no Hi adalah penghargaan nasional yang diberikan kepada individu atau kelompok yang telah berkontribusi secara signifikan terhadap budaya Jepang.
Penghargaan ini mencakup Orde Kebudayaan dan Medali Kebudayaan yang diberikan oleh Kaisar.