Namun, dengan perkembangan industri otomotif dan popularitas mobil pribadi, penggunaan trem mulai menurun pada pertengahan abad ke-20.
Banyak kota yang menutup jalur trem mereka dan beralih ke sistem transportasi lain seperti bus dan kereta bawah tanah.
Meskipun demikian, beberapa kota tetap mempertahankan sistem trem mereka dan bahkan memperkenalkan jalur baru sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara.
Baca Juga: Junda Irawan, jebolan SAD Uruguay resmi bergabung dengan Persikas Subang, ini peranya
Di Eropa, kota-kota seperti Amsterdam, Berlin, dan Wina masih mengoperasikan jaringan trem yang luas dan efisien. Di Asia, Hong Kong dan Tokyo juga memiliki sistem trem yang populer.
Trem di Indonesia
Di Indonesia, sejarah trem dimulai pada zaman kolonial Belanda. Trem pertama kali beroperasi di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1869.
Trem yang awalnya ditarik oleh kuda ini kemudian digantikan oleh trem listrik pada tahun 1899.
Namun, penggunaan trem di Jakarta berakhir pada tahun 1960-an karena meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan pembangunan jalan raya.
Belakangan ini, ada upaya untuk menghidupkan kembali sistem trem di beberapa kota di Indonesia sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan masalah lingkungan.
Pemerintah dan berbagai pihak terkait sedang melakukan studi dan perencanaan untuk mengimplementasikan kembali moda transportasi ini.
Kendaraan trem adalah salah satu inovasi transportasi paling signifikan dalam sejarah, menawarkan solusi efisien dan ramah lingkungan untuk mobilitas perkotaan.
Meskipun mengalami pasang surut dalam penggunaannya, trem tetap menjadi bagian penting dari sejarah transportasi dan berpotensi besar untuk kembali menjadi pilihan utama dalam transportasi perkotaan di masa depan.***
Artikel Terkait
Libur Natal, jalur wisata Subang selatan dipadati ribuan kendaraan, Polres Subang lakukan rekayasa lalu lintas dan koordinasi dengan Polres Cimahi
Libur Natal 2023, Kapos Pam Simpang Sari Ater sebut volume kendaraan turun dibanding malam Natal
Hari Natal 2023, Kapolres Subang lakukan monitoring arus kendaraan di jalur wisata Subang selatan hingga malam hari
Suka traveling saat musim libur, ini 7 tips mengendarai kendaraan dengan aman
Tanggal 8-9 Maret 2024, sebanyak 520.890 kendaraan telah meninggalkan Jabodetabek
292.820 kendaraan tinggalkan Jabotabek pada Hari Raya Waisak 2024