GENMILENIAL.ID – Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Subang mulai mendorong pengembangan olahraga panahan agar tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi melalui industri olahraga dan pariwisata.
Langkah tersebut ditunjukkan melalui kolaborasi dengan Ostrich Mini Zoo & Resto dalam kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Panahan perdana PERPANI Kabupaten Subang, Minggu 18 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapang Bola Wera, kawasan Ostrich Mini Zoo & Resto, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, itu diikuti 128 pemanah dari berbagai klub dan ekstrakurikuler, termasuk peserta dari Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Indonesia bisa satu kategori dengan Zimbabwe dan Palestina jika usulan MSCI berlaku
Ketua Umum PERPANI Kabupaten Subang, Galih Andika mengatakan pengembangan panahan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.
Karena itu, PERPANI ingin memperluas kolaborasi dengan sektor usaha dan pariwisata untuk membangun ekosistem olahraga yang memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
PERPANI Subang buka peluang bapak asuh atlet
Salah satu perhatian PERPANI Subang adalah memperkuat dukungan terhadap pembinaan atlet.
Organisasi ini ingin membuka peluang hadirnya bapak asuh yang dapat membantu memenuhi kebutuhan atlet, mulai dari sarana latihan dan perlengkapan hingga kesempatan mengikuti kejuaraan.
Baca Juga: Guru non-ASN bisa bernapas lega, TPG mulai masuk rekening dan ditargetkan rampung pekan depan
Galih berharap dukungan tersebut tidak hanya datang dari lingkungan olahraga, tetapi juga dari pelaku usaha dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan atlet di Kabupaten Subang.
“Kami ingin pembinaan atlet panahan ini mendapat dukungan lebih luas. Karena itu, salah satu tujuan Latgab adalah membuka peluang hadirnya bapak asuh yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan atlet panahan Kabupaten Subang. Dengan dukungan bersama, kami optimistis pembinaan bisa berjalan lebih baik dan berkesinambungan,” jelas Galih.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar atlet memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi.
Baca Juga: TPG guru honorer mulai cair, Rp2 juta per bulan ditargetkan segera masuk rekening