“Baik di lapangan maupun di staf, kami sudah berusaha menjelaskan apa yang diharapkan dari para pemain. Kami mati-matian, tapi ternyata itu belum cukup untuk mengalahkan tim-tim seperti Irak dan Saudi,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan pengalaman dan kualitas menjadi faktor utama yang membuat Garuda sulit bersaing di level Asia. Meski begitu, ia masih optimis dengan masa depan sepak bola Indonesia.
“Ada begitu banyak antusiasme di sana tentang sepak bola, dan itu hal yang luar biasa,” katanya.
Pengganti Kluivert masih belum terlihat
Publik kini menanti sosok pelatih baru Timnas Indonesia.
Wamenpora Taufik Hidayat mengatakan pembahasan resmi dengan PSSI akan dilakukan pada Selasa, 21 Oktober 2025.
“Belum diumumkan. Besok baru mau rapat,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sementara itu, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI memastikan keputusan memutus kerja sama dengan Kluivert dan tim diambil dengan penuh rasa hormat.
“Terima kasih atas kontribusi Coach Patrick Kluivert dan tim selama hampir 12 bulan. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjuangan Timnas Indonesia,” tulis Erick di Instagram-nya.***