Nama Ma Ning pertama kali jadi perbincangan besar pada derby Shanghai tahun 2015.
Baca Juga: Calon Praja IPDN Jatinangor diduga meninggal karena henti jantung, keluarga tolak autopsi
Dalam laga antara Shanghai SIPG dan Shanghai Shenhua, ia mengeluarkan tiga kartu merah hanya untuk satu tim Shenhua dan menyebabkan laga berakhir dengan skor 0–5.
Keputusan keras itu membuatnya dikenal sebagai wasit paling tegas di Liga Super China, namun juga memunculkan perdebatan soal konsistensi dan objektivitasnya.
Catatan minor untuk Indonesia
Berdasarkan data Transfermarkt, Ma Ning pernah memimpin satu laga Indonesia, yaitu saat melawan Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 10 September 2019.
Hasilnya: Indonesia kalah 0–3. Salah satu gol Thailand berasal dari penalti yang diberikan Ma Ning.
Sementara itu, Ma Ning telah memimpin 5 pertandingan Irak dengan hasil tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Dalam lima laga itu, ia mengeluarkan 30 kartu kuning dan dua kartu merah, termasuk dua penalti yang diberikan kepada tim lawan Irak.
Penentu nasib Garuda
Kini, Ma Ning kembali dipercaya AFC menjadi pengadil dalam laga hidup-mati Indonesia kontra Irak.
Baca Juga: Mahfud MD puji gaya berani Menkeu Purbaya: Warna baru dalam keuangan negara
Ia akan dibantu tiga asisten asal China Zhou Fei, Zhang Shang, dan Shen Yan Hu serta petugas VAR dari Thailand, Sivakorn Pu-Udom.
Pertandingan ini tak hanya menjadi ujian terakhir bagi Garuda di jalur menuju Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi sorotan apakah Ma Ning akan kembali membuat keputusan kontroversial yang berujung menentukan nasib Timnas Indonesia.***