Tersenyumlah, Kaka Ricky: Ketika Jepang terlalu tangguh, Garuda masih butuh tenaga lebih

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 11 Juni 2025 | 18:49 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho (Instagram.com/@rizkyridhoramadhani)
Pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho (Instagram.com/@rizkyridhoramadhani)

GENMILENIAL.ID - Harapan tinggi dibawa Timnas Indonesia saat menghadapi Jepang di laga pamungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Namun, realitas pahit tak terhindarkan. Garuda tak berkutik dan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 0-6 di Suita Stadium, Osaka, pada Selasa, 10 Juni 2025.

Di balik kekalahan itu, sorotan tertuju pada salah satu gelandang Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya.

Baca Juga: Satlantas Polres Subang gencar sosialisasi ODOL, penindakan dimulai Juli

Sang pemain yang sempat mencuri perhatian publik Tanah Air usai tampil mengesankan saat menghadapi China, kembali mendapat kesempatan bermain di babak kedua menggantikan Beckham Putra.

Nama Ricky sempat ramai diperbincangkan usai aksinya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada laga sebelumnya.

Gelandang kelahiran Sorong, Papua, ini membuat lini tengah China kelimpungan hingga komentator laga pun melontarkan pujian.

“Lihatlah, dia (Ricky) membuat wasit dengan mudah memberikan kartu kuning kepada pemain China,” ucap komentator dalam siaran laga 5 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Kepala Desa Kalijati Timur jadi tersangka korupsi, negara rugi Rp1,5 miliar

Namun, saat menghadapi Jepang, atmosfer pertandingan berubah total. Dilansir dari Fotmob, Timnas Indonesia hanya menguasai 29 persen bola.

Jepang mendominasi permainan dengan 71 persen penguasaan, sementara sang gelandang kreatif Jepang, Takefusa Kubo, mencatat rating tertinggi yakni 9,4 berkat kontribusi satu gol di menit ke-19.

Di sisi lain, Ricky yang masuk di babak kedua hanya memperoleh rating 4,6. Sementara gelandang Thom Haye menjadi pemain Indonesia dengan nilai tertinggi, yakni 6,2.

Kendati demikian, performa seorang pemain tidak hanya diukur dari satu pertandingan. Perjalanan Ricky dan skuad Garuda masih panjang.

Baca Juga: Pestisida palsu rugikan petani, produsen, dan ekosistem: Residivis terancam 7 tahun penjara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X