4 Fakta mengejutkan soal pemecatan PSSI ke STY, dari tanda tangan yang tertunda hingga alasan pilih diam ketimbang blak-blakan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 24 Januari 2025 | 05:28 WIB
Potret mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) (Instagram.com/@shintaeyong7777)
Potret mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) (Instagram.com/@shintaeyong7777)

Kim juga menggambarkan pilu yang dirasakan STY bersama stafnya seperti diminta untuk meninggalkan Indonesia secepat mungkin.

"Rasanya itu sesuatu yang membuat kita merasa seperti diminta untuk meninggalkan Indonesia secepat mungkin," pungkasnya.

4. Alasan STY lebih pilih diam usai dipecat PSSI

Kim juga menuturkan alasan STY yang memilih diam dan tidak melawan balik di tengah isu miring terkait pemecatan PSSI.

Baca Juga: Kisruh soal STY yang disebut belum tanda tangan surat pemecatan PSSI, begini etika pemutusan kontrak di dunia sepak bola

Mantan asistennya menyebut, STY lebih memilih mengucapkan salam perpisahan ketika banyak pihak yang menyoroti dirinya karena memiliki masalah komunikasi selama melatih Tim Garuda.

"Sepak bola Indonesia saat ini memasuki momen krusial. Kita bermain di kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga," terang Kim.

"Jika kita main bagus, kita masuk ke Piala Dunia. Sesederhana itu. Kita sudah bermain enam laga, sisa empat lagi dan kita berada di posisi yang baik, kami punya peluang besar," lanjutnya.

Di sisi lain, STY menilai jika blak-blakan di tengah isu miring pemecatan PSSI akan merusak momen suasana baru bagi para penggemar Garuda menyambut Kluivert.

Baca Juga: Seluruh jajaran Kabinet Merah Putih sudah lapor LHKPN, Seskab Mayor Teddy tercatat punya kekayaan Rp15 miliar, ini rinciannya

"Dia tidak mau merusak momen itu. Jika dia bicara, saya tidak tahu, seperti yang saya katakan saya tidak mewakili dirinya," ungkap Kim. 

"Jika dia mulai beraksi pada kebohongan-kebohongan itu, menjabarkan cerita sebenarnya. Maka dia takut hal ini mungkin bisa membahayakan untuk Indonesia, untuk sepak bola Indonesia," tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X