Kisruh soal STY yang disebut belum tanda tangan surat pemecatan PSSI, begini etika pemutusan kontrak di dunia sepak bola

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 23 Januari 2025 | 04:41 WIB
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) (Instagram.com/@shintaeyong7777)
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) (Instagram.com/@shintaeyong7777)

Baca Juga: Soal rencana Donald Trump relokasi warga Gaza ke Indonesia, Kemlu RI dan MUI beri jawaban tegas ini

"Di suratnya tertulis, 'Beberapa masalah yang kami pantau inilah keputusan kami (PSSI)'. Alasannya tidak detail," terangnya.

Kim kemudian menegaskan menurut pengetahuannya hingga saat ini STY belum menandatangani surat pemecatan dari PSSI.

"Tapi dari yang saya tahu, dia belum menandatangani suratnya sampai sekarang. Itu yang saya tahu dan saya sangat yakin dengan kebenarannya," tegasnya.

Terkini, STY masih berada di Indonesia meski sudah tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia. 

Baca Juga: Keseruan BRI CoreLab di Kampus USU Kota Medan: Bahas seputar content creator hingga asupan pengetahuan digital buat Gen Z!

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dijadwalkan pulang kampung ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025 mendatang.

Berkaca dari hal itu, kontrak pelatih sepak bola umumnya dapat diakhiri dengan persetujuan bersama.

Dilansir dari EA Sports Law, pemutusan kontrak pelatih juga diatur oleh undang-undang nasional dan peraturan FIFA.

"Konsekuensi dari pemutusan kontrak akan diatur oleh surat kontrak, undang-undang nasional, dan peraturan FIFA," begitu pernyataan EA Sports Law dalam artikel yang tayang pada 29 Januari 2021 lalu.

Baca Juga: Sebelum terbang ke Korsel, STY ungkap kenangan manis selama di Indonesia hingga beri warisan sekolah bola usia dini untuk tanah air

Lantas, mengapa etika pemutusan kontrak pelatih menjadi sesuatu yang penting di dunia sepak bola? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Menutup celah kontroversi pemecatan pelatih

Dalam artikel yang sama, EA Sports Law menyoroti pernyataan yang pernah diterbitkan FIFA pada November 2020 lalu.

Pada pernyataan itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menyetujui reformasi kebijakan untuk memperkuat posisi pelatih sepak bola pria dan wanita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Youtube Deddy Corbuzier, EA Sport

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X