Jepang tak takut main di Indonesia, 3 fakta soal keamanan GBK ini bikin Timnas Bahrain dan AFC malu sendiri usai berprasangka buruk!

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 13 November 2024 | 20:23 WIB
Potret Skuad Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Jepang dan Arab Saudi akan bertamu dalam laga lanjutan bulan November 2024 di ajang Kualifikasi Babak Ketiga Piala Dunia 2026 (Dok. PSSI)
Potret Skuad Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Jepang dan Arab Saudi akan bertamu dalam laga lanjutan bulan November 2024 di ajang Kualifikasi Babak Ketiga Piala Dunia 2026 (Dok. PSSI)

Untuk mengetahui lebih jauh tentang keamanan stadion GBK terhadap para suporter tim lawan dari Timnas Indonesia, berikut ini sederet fakta terbaru yang perlu dicatat oleh AFC dan Timnas Bahrain:

Baca Juga: Pro kontra warganet di medsos soal layanan aduan masyarakat yang diusung Gibran, politikus Akbar Faizal sebut tak logis

1. Ratusan CCTV untuk pindai identitas suporter di GBK

PSSI menyebut telah meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan para suporter tim lawan dari Timnas Indonesia yang bertandang ke Stadion GBK.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut sebanyak 103 unit CCTV siap mengawasi aktivitas suporter yang menonton pertandingan di GBK.

"Terobosan pertama, penambahan CCTV yang kini berjumlah 103 unit dan menerapkan pindai Garuda ID sebagai identitas pemegang tiket," kata Erick Thohir kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 8 November 2024.

"Hal ini untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi penonton," tegasnya.

Baca Juga: Di sela kunker di AS, Prabowo sempatkan mampir ke toko buku

2. Data suporter Timnas Indonesia sudah tercatat PSSI

Terkait kekhawatiran Timnas Bahrain yang takut mendapatkan perlakuan buruk dari suporter di Indonesia, kini PSSI telah mencatat data identitas mereka.

Selain memberi kepastian untuk pemegang tiket menonton pertandingan, Erick Thohir juga menyebut untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saat ini sudah 325 ribu sudah terdaftar Garuda ID, terdaftar dan yang sudah diverifikasi sebanyak 281 ribu," terang Erick Thohir dalam kesempatan yang sama.

"Ini angka yang luar biasa, artinya kita ada kemauan memperbaiki juga sistem database kita, demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo bertemu para pimpinan perusahaan AS: Mereka percaya dengan ekonomi Indonesia

3. Standar keamanan yang bukan hanya untuk tim lawan di Asia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X