Di tengah penanganan kasus tersebut, BGN menyatakan fokus pada kondisi kesehatan para santri yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Baca Juga: Kapolda Jabar cek lahan bawang putih di Subang, program ketahanan pangan didorong makin produktif
BGN lakukan investigasi internal
Ketut juga menjelaskan bahwa Kepala BGN Sudaryono telah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk kepala daerah dan pimpinan Ponpes Manba’ul Hikam.
BGN kemudian melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang dialami para santri.
“Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan,” terangnya.
Investigasi tersebut dilakukan bersama dinas kesehatan terkait. Hasil penyelidikan nantinya akan diumumkan untuk mengetahui penyebab keracunan yang terjadi setelah para santri menyantap menu MBG.
Sebanyak 512 santri jadi korban
Dalam kesempatan yang sama, Ketut menyebut jumlah santri yang menjadi korban dugaan keracunan MBG mencapai 512 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 santri masih menjalani perawatan. Sementara 312 santri lainnya telah keluar dari rumah sakit dan tercatat sembuh.
“Yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit yang dicatatkan sembuh sebanyak 312 orang,” paparnya.
Sebelumnya, para santri yang mengalami gejala dugaan keracunan mendapat perawatan di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Rumah sakit tersebut yakni RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Anwar Medika.