news

Elektabilitas KDM tembus 59 persen, akankah melawan Prabowo atau menunggu restu?

Kamis, 3 September 2026 | 12:20 WIB
CEO Promedia Grup, Agus Sulistriyono - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau akrab dipanggil KDM (Dok. Promedia - Instagram.com/@dedimulyadi71)

Baca Juga: Metode PM-AAS diklaim dongkrak produksi padi hingga 12 ton per hektare, Subang siapkan lahan cetak sawah baru

Menurut Agus, politik tidak selalu ditentukan oleh elektabilitas. Hubungan personal, kepercayaan, perjalanan politik, dan komitmen juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan seseorang.

Jika Prabowo kembali maju pada 2029, Agus memperkirakan KDM justru akan tetap berada bersama Prabowo.

“Kalau Prabowo masih maju, saya menduga KDM akan tetap bersama Prabowo. Elektabilitas boleh tinggi, tetapi komitmen juga punya harga,” ujarnya.

Berbeda dengan saat meninggalkan Golkar

Dedi Mulyadi memang pernah mengambil keputusan politik besar dengan meninggalkan Golkar dan bergabung dengan Gerindra pada 2023. Namun, konteks tersebut dinilai berbeda dengan posisi KDM bersama Prabowo saat ini.

Baca Juga: Duh! Kades wanita di Tambun diduga mesra dengan politisi dalam lift: Antara 'main api' atau sekadar prasangka

Perpindahan dari Golkar tidak bisa begitu saja dijadikan dasar bahwa KDM akan mudah meninggalkan Gerindra apabila ada partai lain yang menawarkan tiket Pilpres 2029.

Kini terdapat hubungan politik yang berbeda antara KDM dengan Prabowo. Gerindra menjadi rumah politik yang mengantarkannya pada fase penting dalam karier politiknya, termasuk kemenangan sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Jangan samakan ketika KDM keluar dari Golkar dengan posisinya bersama Prabowo hari ini. Konteksnya sangat berbeda. Sekarang ada kepercayaan, komitmen dan perjalanan politik bersama,” kata Agus.

Karena itu, skenario KDM meninggalkan Gerindra kemudian maju sebagai penantang Prabowo memang mungkin secara politik. Namun, terdapat skenario lain yang dinilai lebih menarik.

Baca Juga: Ponpes Manba’ul Hikam ungkap sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai keracunan MBG, bantah kabar ada korban meninggal dunia

KDM tak harus melawan Prabowo

KDM sebenarnya tidak perlu mengalahkan Prabowo untuk membuka jalan menuju kursi presiden. Jika Prabowo kembali maju pada 2029, KDM dapat tetap mendukungnya.

Situasinya akan berbeda apabila Prabowo memutuskan tidak maju. Dalam skenario tersebut, KDM sudah berada dalam posisi yang sangat siap untuk menerima estafet politik.

Halaman:

Tags

Terkini