news

293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG, bermula saat jam makan siang

Rabu, 2 September 2026 | 09:09 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan santri di Ponpes Manbhaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur (Instagram.com/@malangraya_info)

GENMILENIAL.ID — Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manbhaul Hikam di Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ratusan santri tersebut dilaporkan mengalami sejumlah gejala kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan di delapan rumah sakit.

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah informasi mengenai dugaan keracunan santri beredar di media sosial.

Dalam unggahan Instagram @malangraya_info pada Rabu, 2 September 2026, disebutkan bahwa peristiwa terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan MBG.

Baca Juga: Kaca terbuka, HP lenyap! Viral aksi jambret saat mobil berhenti di lampu merah Kelapa Gading Jakut

“Insiden tersebut diperkirakan terjadi usai para santri melangsungkan salat zuhur, kemudian saat waktu asar mengalami gejala,” tulis postingan tersebut.

Para santri Pondok Pesantren Manbhaul Hikam yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, kemudian dilaporkan dievakuasi menggunakan layanan ambulans menuju sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

293 Santri dirawat di 8 rumah sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyebut jumlah santri yang menjadi korban dugaan keracunan mencapai 293 orang.

Baca Juga: Gedung Hogwan, bangunan tua yang jadi saksi sejarah Bumiayu itu roboh lalu timpa 3 rumah warga

Ratusan santri tersebut mendapatkan perawatan di delapan rumah sakit yang berada di wilayah Sidoarjo.

“Sementara 293 santri dirawat di delapan rumah sakit,” kata Herawati dalam keterangannya, pada Selasa, 1 September 2026.

Salah satu rumah sakit yang menerima pasien dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam adalah RSUD Notopuro Sidoarjo.

Hingga Selasa malam, 1 September 2026, area poliklinik rumah sakit tersebut dilaporkan dipadati pasien dan keluarga yang datang untuk mendapatkan penanganan maupun mendampingi para santri.

Halaman:

Tags

Terkini