GENMILENIAL.ID – Praktik 'bank emok' atau pinjaman ilegal berbunga tinggi masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Subang.
Fenomena ini terus berulang dan menjerat masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang membutuhkan akses cepat terhadap pinjaman.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey secara tegas menyoroti persoalan tersebut.
Ia menilai rendahnya literasi keuangan menjadi faktor utama yang membuat masyarakat mudah terjebak pinjaman ilegal.
Baca Juga: Dari Tasikmalaya Kota ke Subang, ini sosok AKBP Andi Purwanto yang kini jabat Kapolres Subang
Bank emok jadi masalah menahun
Menurut Kang Rey, praktik bank emok bukan hal baru dan terus terjadi dari tahun ke tahun.
Kondisi ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko pinjaman ilegal serta pentingnya menggunakan layanan keuangan formal.
“Permasalahan di masyarakat masih banyak terkait pinjaman ilegal,” ujarnya saat memaparkan program di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Bandung, Rabu 29 Juli 2026.
Ia menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang terjebak dalam bunga tinggi dan sistem penagihan yang merugikan.
Baca Juga: Tradisi pedang pora sambut AKBP Andi Purwanto sebagai Kapolres Subang, awali estafet kepemimpinan
Saba Lembur jadi solusi literasi keuangan
Sebagai langkah konkret, Pemkab Subang menghadirkan program Saba Lembur yang menjadi andalan dalam ajang Financial Literacy Award 2026.
Program ini merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan masyarakat.