GENMILENIAL.ID — Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Subang untuk mengangkat isu kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim yang masih kerap terabaikan.
Melalui kegiatan Gebyar Muharram yang digelar di Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang, Selasa 21 Juli 2026, pesan yang disampaikan tak sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga ajakan konkret untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar.
Kepedulian anak yatim jadi sorotan
Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menegaskan bahwa Muharram merupakan momen penting untuk refleksi diri sekaligus memperkuat empati sosial.
Baca Juga: Dilantik jadi kepala BGN yang baru, Sudaryono: Saya dan keluarga tidak punya dapur SPPG
Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim tidak boleh hanya muncul saat momen tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari kepedulian sehari-hari.
“Momentum ini menjadi pengingat agar kita terus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata, sebanyak 25 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Aksi ini menjadi simbol bahwa kepedulian sosial perlu diwujudkan dalam tindakan langsung.
Muharram sebagai ajang muhasabah
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Agustine Rosyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan muhasabah diri.
Baca Juga: Soal Nanik S Deyang jadi Dewas BGN, Istana pertimbangkan pengalaman urusi MBG
Ia menilai semangat hijrah Nabi Muhammad SAW harus dimaknai sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam memperhatikan sesama.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pengurus PKK, organisasi perempuan, dan masyarakat.
Dorongan aksi nyata, bukan sekadar seremoni