Akibatnya, terdapat selisih anggaran yang kemudian diduga dialihkan untuk kepentingan lain, termasuk penggunaan pribadi.
Baca Juga: Bullying bukan sekadar bercanda, polisi bongkar dampak dan ancaman hukumnya ke siswa SD di Subang
Praktik ini dinilai sebagai bentuk mark up sekaligus rekayasa laporan keuangan, yang membuat seolah-olah seluruh kebutuhan operasional terpenuhi.
Dampak fatal: Satwa kurus hingga mati
Dampak dari dugaan korupsi ini tidak hanya dirasakan secara finansial, tetapi juga berimbas langsung pada kesejahteraan satwa di KBS.
Penyidik mengungkap bahwa berkurangnya anggaran pakan menyebabkan kondisi satwa menurun.
Beberapa hewan dilaporkan mengalami kekurangan gizi, menjadi kurus, hingga berujung kematian.
Baca Juga: Nanik Deyang mundur, sosok pengganti Kepala BGN yang tetap diawasinya mendadak jadi sorotan
Selain itu, fasilitas kebun binatang juga disebut tidak terawat dengan baik, sehingga memperburuk kondisi lingkungan bagi satwa.
Penyelidikan masih berlanjut
Hingga saat ini, Kejati Jawa Timur masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam praktik korupsi ini.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena tidak hanya menyangkut kerugian negara, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan hewan.***