Karena itu, publik diminta tidak menggiring opini seolah-olah Presiden memiliki keterlibatan dalam proses tersebut.
Baca Juga: Hadiri Paripurna Purwakarta, Kang Rey tegaskan Subang tak bisa bangun sendiri
Pernyataan ini sekaligus menegaskan independensi penegakan hukum di Indonesia.
Hotman Paris minta maaf ke presiden
Sementara itu, melalui unggahan di media sosial, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah pihak, termasuk Presiden Prabowo, Jaksa Agung, hingga Kapolri.
Ia menjelaskan bahwa pernyataannya sebelumnya murni disampaikan dalam kapasitas sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah.
Menurut Hotman, apa yang ia sampaikan usai pemeriksaan kliennya merupakan bagian dari pembelaan hukum, tanpa ada unsur politik atau kepentingan lain.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai pengacara, dirinya memiliki kewajiban untuk melindungi klien dalam proses hukum yang berjalan.
Pernyataan kontroversial soal Febrie
Sebelumnya, Hotman Paris sempat menyebut Febrie Adriansyah sebagai sosok yang dibanggakan Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers usai pemeriksaan di Kejaksaan Agung.
Ia bahkan menilai Febrie memiliki jasa besar karena berhasil mengembalikan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah dari berbagai kasus.
Pernyataan inilah yang kemudian memicu respons dari Istana, yang meminta agar nama Presiden tidak dikaitkan dalam perkara hukum yang sedang berjalan.