news

Kebakaran TPA Panembong jadi alarm, Kang Rey siapkan TPS 3R: TPA disebut bom waktu

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:59 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau penanganan kebakaran di eks TPA Panembong, didampingi unsur TNI-Polri dan petugas terkait, Rabu 15 Juli 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Kebakaran di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Subang, menjadi alarm serius bagi pengelolaan sampah di daerah.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menegaskan, kebakaran yang terjadi sejak Jumat 10 Juli 2026 menunjukkan bahwa sistem pembuangan sampah yang bertumpu pada TPA tidak lagi aman.

“Kalau hanya mengandalkan TPA, itu menunggu bom waktu, karena sampah tidak berhenti,” tegas Kang Rey saat meninjau lokasi, Rabu 15 Juli 2026.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih dibayangi isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun, sang menteri koperasi malah ngaku tak tahu

Kebakaran ditangani intensif

Dalam peninjauan tersebut, Kang Rey memastikan proses pemadaman berjalan maksimal agar asap tidak lagi mengganggu warga.

Sedikitnya 40 tangki air telah dikerahkan untuk proses pemadaman dan pendinginan. Penanganan melibatkan 20 personel Pemadam Kebakaran Subang, 5 personel BPBD, 2 personel PMI, serta 3 personel Tagana.

Upaya pendinginan terus dilakukan karena titik api berada di dalam timbunan sampah, sehingga berpotensi kembali menyala jika tidak ditangani secara intensif.

Baca Juga: Ramai dugaan mutasi pegawai buntut surat dinas ke New York bocor, Dody Hanggodo: Mutasi kan biasa

Kang Rey juga berinteraksi langsung dengan petugas di lapangan serta masyarakat sekitar, sekaligus mengimbau agar tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut.

TPA dinilai jadi bom waktu

Menurut Kang Rey, kejadian kebakaran ini menjadi bukti bahwa TPA memiliki risiko jangka panjang yang serius.

Penumpukan sampah yang terus terjadi tanpa pengolahan dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari kebakaran hingga pencemaran lingkungan.

“Yang ini numpuk bukan berarti hilang. Ketika TPA penuh, kita harus cari lahan baru lagi,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini