news

Rebut pengelolaan Sari Ater, Kang Rey buka 'beauty contest' : Siapa berani tawar PAD tertinggi?

Kamis, 16 Juli 2026 | 11:44 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey) didampingi Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Subang, Rabu 15 Juli 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey) menegaskan bahwa pengelolaan wisata air panas Ciater atau Sari Ater ke depan akan ditentukan melalui mekanisme terbuka berbasis penawaran terbaik.

Hal ini menyusul berakhirnya masa pengelolaan Sari Ater pada Juni 2027. Pemerintah Kabupaten Subang kini mulai menyiapkan proses pencarian pengelola baru untuk salah satu destinasi unggulan daerah tersebut.

Kang Rey menekankan, proses ini tidak akan dilakukan secara tertutup, melainkan melalui skema kompetitif yang memberi kesempatan bagi semua pihak.

Baca Juga: Duh! Mobil listrik diduga gagal kendali di SCBD Jaksel, ini kronologi saat nabrak kaca gedung sampai ambyar ke jalan

Dibuka transparan, hindari isu 'main belakang'

Kang Rey secara tegas menyatakan bahwa proses seleksi pengelola akan dilakukan secara terbuka untuk publik.

Ia ingin memastikan tidak ada kecurigaan atau stigma negatif dalam pengambilan keputusan.

“Masa pengelolaan Sari Ater akan berakhir pada Juni 2027 dan sampai saat ini masih dalam tahap kajian serta prosesnya dibuka untuk publik. Saya tidak mau ada stigma bahwa saya bermain di belakang,” tegasnya, Rabu 15 Juli 2026. 

Menurutnya, transparansi menjadi prinsip utama dalam kepemimpinannya, termasuk dalam pengelolaan aset strategis daerah.

Baca Juga: Bekas luka di tubuh balita jadi bukti dugaan aniaya ibu tiri asal Bekasi: Bermula sakit hati, berujung masuk bui

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan akan dijabarkan secara jelas agar masyarakat dapat mengawasi langsung proses yang berjalan.

Skema beauty contest, adu penawaran terbaik

Dalam menentukan pengelola baru, Pemkab Subang akan menggunakan skema beauty contest atau seleksi berbasis kualitas penawaran.

Artinya, perusahaan yang mampu memberikan manfaat paling besar, baik dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dampak ekonomi bagi masyarakat, akan diprioritaskan.

Halaman:

Tags

Terkini