“Presiden hadir untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa, bahkan sampai ke akar yang fundamental,” kata Qodari.
Menurutnya, sejumlah program telah menunjukkan progres, seperti upaya menuju swasembada pangan, pengembangan Sekolah Rakyat untuk masyarakat miskin, serta pembangunan kampung nelayan di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Viral 129 paspor berserakan di BSD Tangsel, Imigrasi ungkap kondisi dokumen sudah kadaluwarsa
Disusun dari data, fakta, dan pengalaman lapangan
Qodari menuturkan, penyusunan buku ini melalui proses panjang yang melibatkan pengumpulan data, pengolahan informasi, serta identifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia bersama tim mengaku terlibat langsung dalam proses tersebut sejak awal pemerintahan.
“Permasalahan dan solusi yang dihadirkan pemerintah perlu dicatat agar mudah dipahami publik dan media,” tuturnya.
Dirgayuza Setiawan menambahkan bahwa buku ini dibuat dengan pendekatan sederhana agar dapat diakses oleh masyarakat luas.
Ia menilai derasnya arus informasi membuat banyak capaian pemerintah tidak terdokumentasi secara utuh.
“Buku ini menjadi cara untuk memetakan dan menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Agung Gumilar Saputra menyampaikan bahwa buku tersebut dirancang agar mudah dipahami serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat.
Ia menekankan pentingnya melihat kebijakan pemerintah secara utuh berbasis data dan fakta.
Peluncuran buku ini juga diisi dengan diskusi publik yang menghadirkan sejumlah narasumber dan moderator, serta menjadi ruang bagi publik untuk memahami lebih dalam arah kebijakan pemerintahan saat ini.***