Gempa yang mengguncang Mindanao ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terkuat sepanjang tahun 2026 di kawasan Filipina.
Kekuatan gempa yang besar membuat dampaknya terasa luas, bahkan hingga ke wilayah negara tetangga.
Meski demikian, terdapat perbedaan data magnitudo yang dirilis oleh sejumlah lembaga pemantau gempa internasional dan regional.
Perbedaan data BMKG, PHIVOLCS, hingga USGS
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 7,7.
Sementara itu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) melaporkan magnitudo 7,0.
Di sisi lain, United States Geological Survey (USGS) mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,8. Bahkan, Badan Meteorologi Malaysia melaporkan angka yang lebih tinggi, yakni magnitudo 7,9.
Baca Juga: Viral pimpinan ponpes Tebo Jambi diduga rudapaksa 7 santriwati di ruang kelas hingga kandang kambing
Perbedaan ini umum terjadi karena metode pengukuran dan sistem analisis yang digunakan masing-masing lembaga bisa berbeda.
Picu peringatan tsunami hingga Indonesia
Gempa besar ini juga berdampak hingga Indonesia. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah mendeteksi adanya potensi gelombang laut akibat aktivitas seismik tersebut.
Beberapa wilayah yang dilaporkan mengalami kenaikan muka air laut antara lain Kedi di Maluku Utara, serta Ulu Siau dan Melonguane di Sulawesi Utara.
Hingga saat ini, otoritas Filipina masih terus melakukan pendataan terkait dampak gempa, termasuk kerusakan bangunan, fasilitas umum, serta infrastruktur di wilayah terdampak.***