Baca Juga: Isu alih fungsi lahan nanas Jalancagak mencuat, dirut PT BMN tegaskan ikon Subang tetap terjaga
“Kalau memang bukti DM itu nggak kuat, temanku juga sempat komentar dan dibalas admin bahwa ada kategori best costume,” ujarnya.
“Tapi sekarang komentarnya sudah tidak ada,” lanjutnya.
Totalitas peserta berujung kecewa
Dalam unggahan sebelumnya, peserta yang dikenal dengan nama Pretty Kowaas itu memperlihatkan persiapan kostum yang ia kenakan saat mengikuti lomba.
Ia mengusung konsep kostum yang terinspirasi dari karakter dewi Yunani Athena, yang juga disebut mirip dengan karakter Rafaela dari game Mobile Legends.
“Rafaela turun ke Land of Dawn, tapi malah lari 10K, heal-nya ke semua pelari ya,” tulisnya dalam unggahan.
Ia mengaku telah mengeluarkan usaha dan biaya ekstra demi tampil maksimal sesuai dengan konsep yang diusung dalam kompetisi tersebut.
Namun, upaya tersebut justru berujung kekecewaan karena hadiah yang dijanjikan tidak kunjung diberikan.
Belum ada klarifikasi resmi
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara Yellow Run 2026 terkait dugaan kaburnya panitia maupun kejelasan kategori kostum terbaik.
Kasus ini pun masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan sejumlah warganet turut mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan acara.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara event untuk menjaga transparansi dan komitmen terhadap peserta, terutama terkait informasi dan janji yang telah disampaikan sebelum acara berlangsung.***