Lebih jauh, orator tersebut juga mengimbau agar tidak ada gerakan tambahan di luar koordinasi yang dapat memicu gesekan.
Baca Juga: Uya Kuya gelar sayembara cari pelaku hoaks 750 dapur MBG, siapkan hadiah
“Jangan ada gerakan tambahan, cukup orang-orang di luar gerakan ini aja yang lobi-lobi. Di antara ini juga ada bapak teman kita yang bertugas, jangan mau diadu domba dan digesekkan,” paparnya.
Aksi tersebut mendapat perhatian luas di media sosial, termasuk dari pihak kepolisian.
Dalam kolom komentar unggahan itu, akun Polantas Polda Kaltim turut memberikan respons.
“Anakku mana anakku? Terima kasih, Alhamdulillah berjalan kondusif. Terlepas dari tugas kami, kami pun masih merasa sebagai rakyat, tetap kalian saudara kami,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Baca Juga: Menu MBG di SMA Nabire disorot, muncul rendang saat kunker wapres Gibran
Soroti anggaran Pemprov Kaltim
Aksi demonstrasi yang berlangsung di Samarinda itu dipicu oleh tuntutan transparansi kebijakan pemerintah daerah.
Sebelum bergerak ke Kantor Gubernur, massa terlebih dahulu berkumpul dan menggelar aksi di depan kantor DPRD Kaltim.
Dalam aksi tersebut, terdapat dua isu utama yang menjadi sorotan. Pertama, anggaran pengadaan mobil dinas gubernur yang disebut mencapai Rp8,5 miliar.
Kedua, anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang mencapai Rp25 miliar.
Baca Juga: Lantik puluhan PNS, Bupati Subang ingatkan pengabdian tak kenal waktu
Besarnya nominal tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang tengah digaungkan pemerintah.
Hingga aksi berakhir, situasi dilaporkan kembali kondusif meski sempat terjadi ketegangan di lapangan.***