GENMILENIAL.ID – Kabupaten Subang kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Bandung Marketing Week 2025.
Dua inovasi digital Pemkab Subang berhasil meraih Public Service Award, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan efisien.
Penghargaan itu diraih melalui dua terobosan besar, yakni SiPanda (Sistem Informasi Pendapatan Daerah) karya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang, serta SiMali (Sistem Informasi Manajemen Aplikasi) yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Baca Juga: Buffett bagi rahasia: Investasi mudah dengan reksa dana dan obligasi jangka pendek
SiPanda memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak melalui satu aplikasi terpadu, sementara SiMali menghadirkan tata kelola aplikasi yang terintegrasi di seluruh wilayah Subang.
Kedua aplikasi ini sebelumnya juga berhasil masuk dalam Top 25 Krenovasi Jawa Barat 2023, menjadi tonggak penting bagi Subang dalam menapaki jejak inovasi digital.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan hanya tren, tapi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, saat membuka acara di Hotel Aryaduta Bandung, Kamis 21 Agustus 2025.
Baca Juga: OTT KPK jerat Wamenaker Immanuel Ebenezer, diduga peras perusahaan terkait sertifikasi K3
Inovasi untuk hadapi tantangan pembangunan
Kepala Biro Perekonomian DPMPTSP Jabar, Budi Kurnia, menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas pembangunan Jawa Barat.
Menurutnya, setiap daerah harus mampu menghadirkan karya nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Subang yang tengah fokus menata industrialisasi, tanpa melupakan peran strategis sebagai lumbung padi nasional.
Subang juga terus mengoptimalkan potensi pariwisata yang tersebar dari pegunungan, dataran, hingga laut, menjadikannya salah satu daerah dengan prospek pertumbuhan ekonomi terbesar di Jawa Barat.
Baca Juga: KPK OTT Wamenaker Noel Ebenezer, pejabat yang juga komisaris PT Pupuk Indonesia