GENMILENIAL.ID – Momen sakral peringatan Hari Jadi ke-103 Pejuang Siliwangi (PS) Kabupaten Subang sempat diwarnai insiden tegang antara anggota PS dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis pagi, 3 Juli 2025 di Wisma Karya Subang.
Ketegangan terjadi sebelum acara dimulai, ketika petugas Satpol PP tiba-tiba menurunkan baliho milik Pejuang Siliwangi yang telah dipasang di depan Wisma Karya tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan panitia penyelenggara.
Aksi tersebut langsung memicu kemarahan sejumlah anggota PS, termasuk Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Subang, Ir. Beni Rudiono. Ia bahkan turun langsung ke lokasi dan melontarkan protes keras kepada petugas Satpol PP.
“Dia (Satpol PP) gak tahu sejarah,” ujar Beni dengan nada tinggi.
Menurutnya, penurunan baliho tanpa pemberitahuan merupakan bentuk ketidakhormatan terhadap acara yang memperingati tokoh besar sekaliber Raden Ama Poeradiredja.
“Kalau di situ ada foto saya, minimal telepon saya. Kan saya tersinggung. Ini peringatan Pejuang Siliwangi, hanya nempel sebentar kok dipindahkan begitu saja,” tegasnya.
Beni menyayangkan tidak adanya komunikasi dari pihak Satpol PP kepada dirinya maupun panitia sebelum tindakan itu dilakukan.
“Minimal telepon ‘Pak Beni punten’. Ini tidak ada koordinasi, langsung buka dan pindahkan ke sana. Saya marah, siapapun saya hadapi kalau caranya seperti itu,” tambahnya.
Ketegangan makin memanas ketika Wakil Ketua DPC PS, Dadang Helmi Garna, juga memprotes keras petugas Satpol PP yang tak dapat menjelaskan dengan jelas dasar penurunan baliho tersebut.
“Saya tanya koordinasi sama siapa? Kepala Trantib? Pak Beni? Mereka bilang tidak tahu. Ya jangan kurang ajar!” ujar Dadang saat meluapkan kekecewaannya.
Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil diredam oleh pihak kepolisian, salah satunya Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda, yang berada di lokasi dan segera menenangkan kedua belah pihak agar acara tetap berjalan kondusif.