Pangkas rantai distribusi dan jaga harga
Qodari menilai kehadiran KDKMP menjadi solusi untuk memotong rantai distribusi barang yang selama ini panjang.
Dengan sistem koperasi, barang dari produsen dapat langsung sampai ke masyarakat dengan harga yang lebih wajar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), tanpa terbebani margin dari perantara.
“Ini penting agar masyarakat mendapatkan harga yang adil dan terjangkau,” katanya.
Target 80 ribu KDKMP secara nasional
Saat ini, jumlah KDKMP di Indonesia telah mencapai sekitar 35 ribu unit dan ditargetkan meningkat hingga 80 ribu unit pada tahun depan.
Baca Juga: Hal tak terduga di balik kemunduran Nanik Deyang jadi kepala BGN: Diteror sampai ganti nomor HP
Qodari optimistis target tersebut dapat tercapai seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait distribusi logistik dan ketersediaan barang subsidi.
Ia pun berjanji akan menyampaikan berbagai aspirasi yang muncul dalam diskusi publik kepada kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.
“Ini partisipasi yang luar biasa dari masyarakat. Akselerasinya sangat cepat, dan tentu akan terus kita benahi bersama,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Tinjau KDKMP di Karawang–Subang, Wakil Panglima TNI dorong penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Merah Putih
Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Presiden genjot ketahanan pangan, Kapolres Subang siap kawal program
Progres Koperasi Merah Putih di Subang capai 85 persen, terkendala lahan dan perizinan
Puluhan cator dibagikan, Kodim 0605 Subang percepat operasional Koperasi Desa Merah Putih
Kemhan beberkan kronologi 5 calon manajer KDKMP-KNMP yang meninggal dunia: Henti jantung hingga TBC
Kopdes Merah Putih dibayangi isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun, sang menteri koperasi malah ngaku tak tahu
KDKMP Banyuwangi cetak rekor, Qodari sebut bisa jadi inspirasi nasional