GENMILENIAL.ID – Kebakaran di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Subang, menjadi alarm serius bagi pengelolaan sampah di daerah.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menegaskan, kebakaran yang terjadi sejak Jumat 10 Juli 2026 menunjukkan bahwa sistem pembuangan sampah yang bertumpu pada TPA tidak lagi aman.
“Kalau hanya mengandalkan TPA, itu menunggu bom waktu, karena sampah tidak berhenti,” tegas Kang Rey saat meninjau lokasi, Rabu 15 Juli 2026.
Kebakaran ditangani intensif
Dalam peninjauan tersebut, Kang Rey memastikan proses pemadaman berjalan maksimal agar asap tidak lagi mengganggu warga.
Sedikitnya 40 tangki air telah dikerahkan untuk proses pemadaman dan pendinginan. Penanganan melibatkan 20 personel Pemadam Kebakaran Subang, 5 personel BPBD, 2 personel PMI, serta 3 personel Tagana.
Upaya pendinginan terus dilakukan karena titik api berada di dalam timbunan sampah, sehingga berpotensi kembali menyala jika tidak ditangani secara intensif.
Baca Juga: Ramai dugaan mutasi pegawai buntut surat dinas ke New York bocor, Dody Hanggodo: Mutasi kan biasa
Kang Rey juga berinteraksi langsung dengan petugas di lapangan serta masyarakat sekitar, sekaligus mengimbau agar tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut.
TPA dinilai jadi bom waktu
Menurut Kang Rey, kejadian kebakaran ini menjadi bukti bahwa TPA memiliki risiko jangka panjang yang serius.
Penumpukan sampah yang terus terjadi tanpa pengolahan dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari kebakaran hingga pencemaran lingkungan.
“Yang ini numpuk bukan berarti hilang. Ketika TPA penuh, kita harus cari lahan baru lagi,” paparnya.
Artikel Terkait
Keluhan warga soal sampah di Subang Kota, Dr. Imran blusukan langsung ke TPA Jalupang, lihat kondisi dan kendala riil di lapangan
Akses jalan TPA Jalupang jadi sorotan, DPRD Jabar siap fasilitasi komunikasi dengan PTPN
Evi Nur’Afiah dorong UMKM dan bank sampah di Dapil 1, solusi ekonomi dan sampah Subang
Subang butuh 120 mesin pengolah sampah, Pemprov Jabar siap beri bantuan
Asap hitam membumbung saat kebakaran TPA Jatiwaringin, BNPB libatkan helikopter untuk pemadaman
Kebakaran TPA Jatiwaringin: Sentilan WALHI sebut kegagalan pengelolaan sampah
Kebakaran berulang di eks TPA Panembong, Kang Rey tutup total: Dipicu gas metana