Aksi massa di Rohil Riau berujung perusakan, rumah terduga tempat dugem ikut digeruduk

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 12 April 2026 | 17:58 WIB
Menyoroti insiden viral terkait aksi perusakan tempat dugem alias hiburan malam di Rokan Hilir, Riau (Instagram.com/@feedgramindo)
Menyoroti insiden viral terkait aksi perusakan tempat dugem alias hiburan malam di Rokan Hilir, Riau (Instagram.com/@feedgramindo)

GENMILENIAL.ID – Insiden perusakan yang melibatkan oknum warga terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dan menjadi sorotan publik setelah videonya beredar di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, sehari setelah aksi massa sebelumnya yang juga berujung anarkis di wilayah yang sama.

Video yang diunggah akun Instagram @feedgramindo pada Minggu, 12 April 2026 memperlihatkan aparat kepolisian berada di lokasi saat massa merusak bangunan yang diduga menjadi tempat hiburan malam.

“Laporan tak digubris, warga Riau gerebek tempat dugem, polisi hanya meringis saat ditunjukkan miras,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Puluhan ompreng MBG di sekolah Tulang Bawang tak dimakan siswa, wabup soroti dugaan menu kedaluwarsa

Berawal dari aksi unjuk rasa warga

Sebelumnya, sekitar 150 warga dilaporkan berkumpul di area Masjid Raya Panipahan pada Jumat, 10 April 2026.

Massa kemudian bergerak menuju Polsek Panipahan untuk menyampaikan protes terkait dugaan maraknya transaksi narkoba di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian sempat menyatakan komitmen untuk memberantas peredaran narkoba.

Namun situasi berubah pada sore hari sekitar pukul 16.20 WIB, ketika massa bergerak menuju rumah seorang warga yang diduga terkait jaringan narkoba.

Baca Juga: Sopir bajaj di Tanah Abang ngaku dipalak hingga Rp100 ribu per hari, videonya bikin geram

Rumah terduga bandar dirusak hingga dibakar

Aksi massa kemudian memanas hingga terjadi perusakan dan pembakaran.

Jumlah massa yang awalnya sekitar 150 orang meningkat menjadi sekitar 500 orang saat kejadian berlangsung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X