Baca Juga: 156 KK dievakuasi akibat banjir di Purwakarta: Tanggul jebol, Jatiluhur terendam
Untuk mendukung kelancaran program ini, BGN juga memperkenalkan sistem kemasan baru menggunakan kantong yang dapat dikembalikan.
Kantong ini diuji coba di Sukabumi, Jawa Barat, dan kini diterapkan secara lebih luas.
“Besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantong yang isi sehingga tidak menimbulkan sampah,” kata Dadan.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk melatih kedisiplinan siswa dalam mengelola makanan yang mereka terima.
Baca Juga: Update bencana banjir-longsor di Sukabumi: 5 korban tewas, 4 orang masih dalam pencarian
Meski sempat menuai kritik, BGN memastikan bahwa program MBG selama Ramadan telah melalui berbagai uji coba dan evaluasi untuk memastikan asupan gizi anak-anak tetap terjaga.
"(Untuk kesiapan pembagian MBG saat Ramadhan) kami sudah siap," kata Dadan.
“Iya berbasis pengalaman tahun 2024 dan juga uji coba dalam pekan terakhir ini,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Menyoal kasus keracunan MBG, siapa yang akan menanggung biaya pengobatannya? begini jawaban Badan Gizi Nasional
KPK mulai cium praktik curang di pelaksanaan MBG, anggaran makan Rp10.000 diam-diam diturunkan jadi Rp8.000
KPK terima bocoran info ada praktik ‘pilih kasih’ di dapur MBG, dari pembangunan hingga bahan baku yang dipakai
Gerak cepat Kepala Badan Gizi Nasional, bantah perbedaan anggaran Rp10.000 dan Rp8.000 MBG bukan karena korupsi
Temukan temuan pemangkasan MBG, KPK minta pemerintah perketat pengawasan
Soal pemeriksaan KPK terkait anggaran MBG yang diubah menjadi Rp8.000, BGN: Kalau kelebihan akan dikembalikan
Menu MBG saat Ramadan dinilai minimalis, Kepala BGN bahas soal kandungan gizi