Struktur beton area keselamatan Bandar Muan akan segera dibongkar meski penyidikan kecelakaan pesawat Jeju Air masih berlangsung

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 26 Januari 2025 | 20:57 WIB
Ilustrasi runway bandara (Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi runway bandara (Pixabay/jarmoluk)

Pihak kementerian juga akan mendorong penghapusan atau penyesuaian fasilitas serupa di enam bandara di Korea Selatan lainnya.

Inspektur keselamatan juga telah mengidentifikasi sembilan dari sistem tersebut perlu diubah. 

Baca Juga: Tiket mudik lebaran 2025 diupayakan turun, AHY beberkan akan terus adakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait

Termasuk sistem di Bandara Internasional Muan dan Jeju yang merupakan bandara terbesar kedua di Korea Selatan

Saat ini, rencana yang akan dilakukan adalah mengganti dasar beton dengan struktur yang lebih ringan atau menguburnya di bawah tanah.

Penyidikan penyebab kecelakaan yang masih berlanjut

Menurut laporan, area keamanan landasan pacu di bandara Muan memiliki panjang sekitar 200 meter.

Area kemana landasan pacu atau runway safety area ini adalah area yang berdekatan atau di ujung landasan pacu.

Baca Juga: Bos Garuda beberkan alasan tiket pesawatnya mahal, dari harga avtur hingga biaya layanan bandara yang ditanggung maskapai

Area ini untuk membatasi kerusakan pada pesawat jika pesawat melewati batas (overshoot), undershoot (undershoot) atau menyimpang dari landasan pacu.

Penyidikan sementara menemukan kotak hitam pesawat jet Boeing tersebut berhenti merekam sekitar empat menit sebelum kecelakaan.

Fakta tersebut membuat pihak berwenang mengenai hal ini mengalami kesulitan untuk penyelidikan lanjutan penyebab kecelakaan ini.

Penyelidik mengatakan bahwa saat itu pengawas lalu lintas udara memperingatkan pilot tentang kemungkinan serangan burung.

Baca Juga: Isu reshuffle Kabinet Merah Putih di 100 hari kerja Prabowo, ini daftar 10 menteri dengan kinerja terburuk

Peringatan itu muncul hanya dua menit sebelum pesawat mengeluarkan sinyal bahaya yang mengonfirmasi bahwa serangan burung telah terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X