Kunjungi Bukanagara dan rumah adat Palasari, Pj Bupati Subang kagumi potensi alam Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 8 Februari 2024 | 23:22 WIB
Pj Bupati Subang, Dr. Imran kunjungi rumah adat Palasari di Kecamatan Cisalak, Kamis 8 Februari 2024
Pj Bupati Subang, Dr. Imran kunjungi rumah adat Palasari di Kecamatan Cisalak, Kamis 8 Februari 2024

GENMILENIAL.ID - Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Cisalak pada Kamis 7 Februari 2024, Pj Bupati Subang, Dr. Imran melihat banyak potensi wisata alam di daerah tersebut, salah satu yang ia lihat yaitu wilayah pegunungan Bukanagara.

Lelaki asal Aceh itu juga kemudian mengunjungi Teras Pas sebuah lokasi yang dapat melihat 180° pemandangan yang dapat menyegarkan mata.

Ditempat tersebut, Pj Bupati Subang berbincang-bincang ringan dan membahas berbagai hal terkait potensi alam yang ada di Kecamatan tersebut.

Baca Juga: Perjalanan Isra Miraj, sebuah kajian sejarah tentang Nabi Muhammad SAW

Disamping itu, selepas berbincang di Teras Pas, Pj Bupati Subang yang didampingi rombonganya berkunjung ke rumah adat palasari, rumah adat tersebut telah berdiri sejak 60 tahun lalu dengan struktur bangunan yang masih kokoh walau hanya terbuat dari kayu.

"Rumah adat ini bisa menjadi salah satu potensi wisata yang harus dieksplorasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Dr. Imran.

Selepas meninjau rumah adat tersebut, Pj Bupati Subang, Dr. Imran menyempatkan diri untuk mencoba salah satu minuman khas yang ada di jalur Bukanagara, yaitu Wedang.

Didalam perjalanan, Dr. Imran menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan jalur menuju Bukanagara, namun ia merasa tidak nyaman saat melihat adanya sampah disepanjang jalur tersebut.

Baca Juga: Bangun bisnis, ini 6 tips sukses dalam membuat rencana bisnis yang efektif

Dengan inisiatif, Pj Bupati Subang bersama jajaranya pun mengumpulkan sampah tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dengan lingkungan.

Kemudian di Desa Cupunagara, Pj Bupati Subang meninjau salah satu inovasi ketahanan pangan, yaitu komoditi bawang merah.

Kades Cupunagara, Wahyudin Hidayat mengatakan katahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan diberikan kepada setiap RT bibit sebanyak 3 Kg.

"Diberikan kepada setiap RT bibit sebanyak 3kg dan polibag sebanyak 2kg dengan pupuk organik yang dibuat secara mandiri," terangnya.

Baca Juga: 8 Februari, memperingati hari apa? simak daftarnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X