Disebut mirip Marriage Market di China
Sejumlah warganet menilai konsep ini mirip dengan Shanghai Marriage Market di China, di mana orang tua atau individu mempromosikan profil calon pasangan di ruang terbuka.
Baca Juga: Viral siswa SD di Parigi Moutong seberangi sungai tanpa jembatan, pilih akses aman dibanding MBG
Bedanya, skala kegiatan di Indonesia dinilai masih lebih kecil dan dikemas dalam format yang lebih modern serta privat.
Awalnya fenomena ini identik dengan kalangan tertentu, namun belakangan disebut telah menjangkau berbagai kalangan dan mulai muncul di mall lain, termasuk di Jakarta dan Surabaya.
Hingga kini, fenomena Rocadoh masih menjadi perbincangan hangat karena menunjukkan perubahan fungsi mall di tengah pesatnya perkembangan e-commerce.
Pusat perbelanjaan dinilai terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman sosial yang tidak bisa didapatkan secara daring.***