Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menegaskan bahwa MOJANG dikemas dengan pendekatan ringan dan kontekstual agar mudah dipahami.
Modul ini membahas topik krusial seperti pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, hingga kemampuan membedakan platform pendanaan berizin dan pinjaman ilegal.
Ia menekankan bahwa generasi muda hidup dalam arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan mengambil keputusan finansial tanpa pertimbangan matang.
Selain itu, MOJANG juga menyoroti pentingnya reputasi kredit sebagai aset jangka panjang. President & Chairman IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menjelaskan bahwa reputasi kredit bukan sekadar catatan administratif, melainkan cerminan perilaku finansial seseorang dari waktu ke waktu.
Di tengah maraknya fenomena gagal bayar (galbay), pemahaman terhadap reputasi kredit menjadi semakin krusial agar generasi muda tidak terjebak dalam konsekuensi finansial berkepanjangan.
Baca Juga: Viral pria diduga menggotong mayat di permukiman Jakbar, terungkap isi karung biawak hidup
Komitmen perkuat ekosistem literasi
Sebagai platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi OJK, Easycash menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kebiasaan finansial yang lebih sehat melalui edukasi yang praktis dan mudah diterapkan.
Sejak berdiri pada 2017, Easycash telah memiliki lebih dari sembilan juta pengguna di Indonesia dengan total penyaluran dana mencapai lebih dari Rp89,89 triliun per Januari 2026.
Pada 2023, Easycash tercatat sebagai peringkat kedua dalam penyaluran pendanaan terbesar di industri pinjaman daring berdasarkan Roadmap OJK 2023–2028.
Melalui kolaborasi MOJANG, AFTECH, Easycash, dan IARFC berharap generasi muda tidak hanya memiliki akses layanan keuangan digital, tetapi juga mampu memahami risiko, tanggung jawab, serta membangun masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan.***