Baca Juga: Kursi panas ketua KONI Subang, 63 suara rebutkan arah baru olahraga daerah
Trauma insiden penjarahan
Di balik langkah tegasnya, Uya Kuya mengaku memiliki pengalaman buruk akibat maraknya hoaks yang menyeret namanya.
Ia menyebut sempat mengalami insiden penjarahan di rumahnya pada Agustus 2025.
Menurutnya, kejadian tersebut tidak lepas dari banyaknya video hoaks yang beredar luas di media sosial dengan narasi yang dimanipulasi.
“Akhirnya waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman, beredarnya ribuan video hoaks dari video-video lama saya yang dijahit,” ungkapnya.
Baca Juga: Dari panas dan bocor kini adem, kisah wartawan Bekasi usai ganti atap rumah
“Dikasih tambahan tulisan-tulisan dulu apa Rp6 juta per bulan, apa segala macam,” tambahnya.
Tak mau tinggal diam
Uya Kuya menegaskan tidak akan lagi tinggal diam menghadapi penyebaran hoaks yang merugikan dirinya. Ia berkomitmen menempuh jalur hukum agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Itu kan bukan omongan saya, saya enggak pernah ngomong begitu. Tapi itu diproduksi secara masif dan orang percaya itu saya,” tegasnya.
“Jadi sekarang saya enggak mau tinggal diam lagi. Mau enggak mau saya laporkan,” lanjutnya.
Baca Juga: Haru siswa SMP di Sumedang pamit ke teman, diduga putus sekolah demi bantu ortu
Ia juga memastikan telah melaporkan sejumlah akun di berbagai platform media sosial seperti X, Threads, dan Instagram ke tim siber Polda Metro Jaya.
“Iya, saya laporkan ke Polda Metro Jaya di tim cyber Polda Metro Jaya pada Sabtu malam kemarin,” tandasnya.***