“Jujur, malah kami yang hampir menangis karena berduka. Melihat Sheila setenang dan sekuat itu membuat kami ikut berusaha tegar. Masa iya kami yang malah menangis, ya kan,” sambungnya.
Ditenangkan ibu Vidi dan pesan agar tak kehujanan dari ayah Vidi
Lebih lanjut, Chua menceritakan momen pertemuannya dengan kedua orang tua Vidi.
Baca Juga: Delpedro Cs bebas dari kasus penghasutan demo, poster Affan Kurniawan dinilai solidaritas
Menurut Chua, ibu Vidi bergantian menyalami para tamu dan terus mengucapkan terima kasih.
“Tatapannya juga sangat hangat. Sikapnya benar-benar seperti seorang ibu yang mengayomi anak-anaknya,” ujar Chua.
“Senyumannya sangat cantik dan manis. Saat bersalaman, tangannya juga mengusap-usap tangan dan pundak kami dengan lembut,” tambahnya.
Ketika sahabat dan tamu lain datang sambil menangis, kata Chua, ibunda Vidi justru bergantian menenangkan mereka.
Sedangkan saat bertemu ayah Vidi ketika hendak berpamitan untuk pulang, Chua mengungkapkan bahwa mereka diingatkan agar tidak kehujanan karena malam itu turun hujan deras.
Baca Juga: Gus Miftah ajak rawat kebhinekaan dalam ngabuburit lintas Iman di Gereja Sleman
“Pantas saja banyak orang menjadi saksi betapa baiknya Almarhum Vidi Aldiano. Keluarganya pun sebaik itu. Masya Allah, kami bahkan merasa iri dalam arti haru melihat tamu yang tidak berhenti datang dari berbagai kalangan padahal saat itu sudah lewat jam 12 malam,” paparnya.
“Jalanan masih macet oleh mobil yang datang silih berganti dan beliau berpulang di bulan suci Ramadan. Masya Allah,” tukas Chua.
Sementara itu, Vidi Aldiano telah dimakamkan dengan diantar oleh keluarga, kerabat, dan para sahabat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Minggu pagi, 8 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.***