Tradisi unik dan meresahkan masyarakat perbatasan Subang-Indramayu, penyapu koin di jembatan Sewo

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 21 April 2023 | 13:57 WIB
Pos Pam simpang 4 Pusakanagara, Polsek Pusakanagara Polres Subang, memberikan Himbauan kepada penyapu koin di sepanjang jalan Jembatan sewo Perbatasan subang- indramayu Senin (17/04/2023) siang (Twitter (@Humas_Pusaka))
Pos Pam simpang 4 Pusakanagara, Polsek Pusakanagara Polres Subang, memberikan Himbauan kepada penyapu koin di sepanjang jalan Jembatan sewo Perbatasan subang- indramayu Senin (17/04/2023) siang (Twitter (@Humas_Pusaka))

GENMILENIAL.ID -  Setiap daerah selalu memiliki tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakatnya. Salah satunya terlihat di Jembatan Sewo, Jalan Raya Pantura, di perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu di Jawa Barat, saat musim mudik dimulai.

Di sekitar Jembatan Sewo, orang-orang duduk di trotoar atau di bangku yang mereka bawa, berbekal sapu panjang.

Sapu tersebut tidak digunakan di jalanan untuk menyapu kotoran dan sampah, namun untuk menyapu koin atau uang yang dilempar oleh penumpang yang melintasi jembatan.

Baca Juga: Melatih membaca pada anak, orang tua bisa mengunjungi 5 perpustakaan anak berikut ini!

Tidak ada batasan usia untuk mengikuti tradisi unik ini. Anak-anak, tua dan muda duduk mengelilingi jembatan dengan sapu siap pakai.

Biasanya para pengendara yang jelang lebaran ini didominasi oleh pemudik melempar koin di jalan raya. Baik di atas jembatan maupun beberapa meter sebelum melintasi jembatan.

Saat uang itu dibuang, warga setempat bergegas menyapu uang itu ke pinggir jalan dan kemudian mengumpulkannya.

Ketika musim mudik tiba, geng pemburu koin mengakui bahwa mereka menghasilkan cukup uang setiap hari. Namun, untuk dapat menjalankan kegiatan ini, mereka harus mengorbankan keamanannya.

Baca Juga: Sambut Hari Kartini, Srikandi Polres Subang bagikan sembako dan kantong ketupat pada warga membutuhkan

Risiko meningkat pada malam hari. Untuk mengumpulkan uang di jalan, terkadang mereka mengabaikan kendaraan yang melintas di jalan.

Sementara itu, dikutip dari postingan pada akun twitter resmi Kapolsek AKP Pusakanagara (@Humas_Pusaka), polisi telah menghimbau para penyapu uang untuk tidak melakukan hal tersebut. Hal ini mengindikasikan terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di jalur mudik Lebaran jalur Pantura. 

Tradisi menyapu koin Jembatan Sewo sendiri tidak jelas kapan dimulainya dan siapa yang memulainya. Juga tidak diketahui siapa pengemudinya dan kapan mereka mulai melempar koin ke jembatan. Selain itu, diakui warga, tradisi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda.

Di sisi lain, ada kisah mistis yang mengikuti sapuan koin. Sebuah mitos mengatakan bahwa sungai di bawah Jembatan Sewo ini berpenghuni. Jadi untuk keselamatan berkendara, para pengemudi harus mengeluarkan uang.

Baca Juga: Kebaya, pakaian tradisional yang memiliki nilai sejarah luhur

Beberapa warga percaya bahwa di antara puluhan penyapu yang mencari uang di jembatan itu, salah satunya adalah hantu yang tinggal di jembatan dan sisanya adalah penduduk setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X