Dengan model terpusat seperti ini, atlet diharapkan dapat dibina dengan sistem yang terstruktur, terukur, sekaligus mendapat jaminan pendidikan dan kesehatan selama proses pelatihan berlangsung.
Akan dibangun 6–8 sentra pelatihan di berbagai Provinsi
Selain pusat pelatihan nasional, pemerintah juga menyiapkan sentra pembinaan di berbagai provinsi.
Erick menyebut Indonesia setidaknya membutuhkan 6 hingga 8 sentra pelatihan untuk mendukung pembibitan atlet daerah.
“Saya rasa paling tidak Indonesia dengan 38 provinsi ini mesti ada 6 sampai 8 sentra yang memang kita harus dukung atlet dari daerahnya sendiri,” katanya.
Baca Juga: Dokter Tifa ungkap upaya penyidik buat dirinya terlihat tak kompeten dalam kasus ijazah Jokowi
Sentra tersebut akan berfungsi sebagai jalur pembinaan berjenjang, mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Model ini diharapkan dapat menyelaraskan pembinaan atlet dengan pelaksanaan kompetisi nasional seperti PON dan even internasional seperti SEA Games.
Pembinaan jangka panjang menuju olimpiade
Erick menegaskan bahwa pembangunan pusat pelatihan dan sentra daerah ini merupakan investasi jangka panjang untuk regenerasi atlet.
“Kita memang bicara 2028, tapi Olimpiade itu ada 2032, 2036, yang mungkin atletnya masih ada dalam kelompok umur,” ujarnya.
Dengan ekosistem pembinaan terstruktur, pemerintah berharap Indonesia dapat meningkatkan performa pada ajang SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Pusat pelatihan ini juga dirancang agar mampu melahirkan atlet berprestasi yang konsisten dan berdaya saing global.***