GENMILENIAL.ID - Tokoh masyarakat dan juga purnawirawan TNI AD Letnan Kolonel CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin (Kang Lukmantias) gelar bakti sosial di Balai Musyawarah RW 05 Desa Balimbing, pada Minggu 6 Agustus 2023.
Gelaran bakti sosial yang diikuti ratusan masyarakat Desa Balimbing tersebut merupakan kolaborasi Kang Lukmantias dengan para relawan kesehatan, para pemuda dan para aktivis buruh.
Turut berkolaborasi dalam kegiatan tersebut
para aktivis dari Forum Buruh Perempuan Subang (FBPS), para pemuda karang taruna 05 Desa Balimbing dan juga Dokter Dede Firdhous selaku owner Klinik Pratama Global Medical Center.
Kang Lukmantias juga menyebut gelaran Bakti Sosial tersebut dalam rangka memperingati hari jadi kemerdekaan republik Indonesia yang ke 78.
Baca Juga: Cipta kondisi Kamtibmas, Polres Subang gelar patroli skala besar dengan lakukan razia kendaraan
"Harapanya kita semakin meningkatkan kepedulian sosial kita, sejalan dengan makna kemerdekaan," ujarnya.
Kata lelaki yang purnabakti dari TNI pada usia 43 tahun dan mengambil S2 Magister Hukum Bisnis di Universitas Indonesia ini, memperingati kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan yang membangunkan kesadaran.
"Mengisi kemerdekaan itu dengan kegiatan-kegiatan yang membangun kesadaran kedepan untuk kita semua sebagai warga negara yang mencintai nusa, bangsa, negara ini," ucapnya.
Pada gelaran baksos tersebut, hampir sebagian besar pasien yang datang merupakan para orang tua, dan ada juga yang harus konsultasi berikutnya.
Baca Juga: Gelar baksos bersama aktivis buruh, Kang Lukmantias utarakan niatnya untuk perbaiki Kabupaten Subang
"Rencana di tanggal 8 nanti, mereka akan difasilitasi juga oleh Karang Taruna dan juga Forum Buruh Perempuan Subang mungkin juga dengan kami, agar bisa berobat secara berkelanjutan tanpa dipungut biaya," ujarnya.
Terkait keluhan penyakit pasien yang datang, Kang Lukmantias juga menyebut bahwa rata-rata penyakit yang umumnya untuk mereka yang sudah tua.
"Seperti keluhan terkait kaki, mungkin osteoporosis, kemudian juga darah tinggi yang tampaknya menonjol," ujarnya.
Kang Lukmantias juga menyebut bahwa hal tersebut tidak bisa hanya dimaklumi sebagai sebuah bagian penyakit yang memasuki usia tua.