"Kita memastikan warga yang terdampak kita evakuasi," kata Respati kepada awak media di Solo pada Rabu, 2 September 2026.
Baca Juga: 334 Siswa-guru di Agam Sumbar dilaporkan keracunan MBG, berasal dari 3 Nagari wilayah Palupuh
Langkah evakuasi dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran terhadap warga yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo.
Selain mengevakuasi warga terdampak, Pemerintah Kota Solo juga telah membagikan masker kepada masyarakat di sekitar TPA Putri Cempo.
Masker tersebut diberikan untuk meminimalkan gangguan kesehatan akibat paparan asap dari kebakaran yang melanda area TPA.
"Sesegera mungkin kita antisipasi agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," imbuh Respati.
Warga sempat mengira rumah terbakar
Kebakaran di TPA Putri Cempo juga disaksikan langsung oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Rama (33 tahun), mengaku awalnya melihat cahaya berwarna oranye dari arah TPA.
Saat itu, Rama belum mengetahui bahwa cahaya tersebut berasal dari kebakaran di area TPA Putri Cempo.
"Kejadiannya setengah tujuh, habis Magrib. Dari rumah kelihatan ada cahaya oranye," kata Rama di sekitar lokasi kebakaran pada Rabu, 2 September 2026.
Baca Juga: Elektabilitas KDM tembus 59 persen, akankah melawan Prabowo atau menunggu restu?
Rama mengaku sempat menduga cahaya tersebut berasal dari rumah yang terbakar. Ia kemudian keluar dari rumah untuk memastikan sumber cahaya tersebut.
"Dikira rumah yang terbakar," sambungnya.
Setelah melihat langsung ke arah lokasi, Rama baru mengetahui bahwa kobaran api berasal dari area TPA Putri Cempo.