Asal produk diduga dari China
Selain menyoroti komposisi minuman, Dennis juga menyinggung asal produk tersebut yang diduga berasal dari China.
“Kalau dilihat, ini bukan diproduksi di Indonesia. Ini produksinya di China. Menurut gue ini enggak pantes buat dikasih ke anak-anak yang lagi masa pertumbuhan,” imbuhnya.
“Terutama karena mereka enggak ngerti ya perisa sintetik, jadi pas mereka minum air, gula, sama sedikit susu secuil ini, mereka masih ada aroma susu jadi mengira ini susu,” sambungnya.
Dennis kemudian mengingatkan pengelola MBG di lapangan agar memberikan minuman yang sesuai untuk anak-anak.
“Jadi please banget buat pengelola MBG-nya ini aturan buat pemilihan produk kemasannya harus dicek lagi. Kalau janjinya susu semoga kalian bisa kasih susu yang beneran,” tegasnya.
Produk yang sama sempat disorot sejak awal 2026
Produk minuman kemasan dengan rasa susu yang sama sebelumnya juga sempat menjadi sorotan warganet pada 5 Februari 2026.
“Bentuknya susu, kok asem? Expired kah? Ternyata enggak. Ini bukan susu, tapi minuman rasa susu. Tapi susu mana yang asem? Oh mungkin susu yang menuju basi,” tulis akun Instagram @ap.riyanti saat itu, dikutip pada Selasa, 1 September 2026.
Pengunggah juga membagikan warna minuman yang dinilai tidak seperti susu pada umumnya.
“Warna minumannya juga disebut bening tapi keruh, disebut keruh tapi nanggung. Ini lebih cerah, enggak butek kayak UHT lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Viral Kadisdik Kalteng minta sekolah tak libur di tengah karhutla, berdalih demi nasib dapur MBG
Kala itu, ia juga menyarankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memaksakan diri jika tidak mampu memberikan minuman susu sehat untuk anak-anak.