karir-bisnis

Tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump berlaku sejak Rabu 9 April 2025, termasuk aturan impor 104 persen ke China

Jumat, 11 April 2025 | 01:28 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID - Tarif balasan atau resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mulai berlaku sejak Rabu, 9 April 2025.

Dilansir dari Reuters, kebijakan ini diberlakukan untuk 185 negara termasuk aturan impor 104 persen untuk produk China ke AS.

Indonesia juga tidak luput dari penerapan kebijakan tarif resiprokal sebesar 32 persen dari yang biasanya 10 persen per Selasa, 9 April 2025.

Sebelumnya, China yang merupakan rival AS dalam berbagai hal, termasuk perdagangan meminta Negeri Paman Sam mencabut tindakan tarif tersebut dan mengancam akan memberikan tindakan balasan.

Baca Juga: Dituduh fasilitasi serangan Hamas ke Israel, pengusaha Palestina Bashar Masri kini digugat 200 keluarga korban asal AS

Terkini, tarif resiprokal tetap berjalan meski Trump masih dalam proses perundingan dengan beberapa negara.

Berkaca dari hal itu, tarif yang dijatuhkan Trump telah mengguncang tatanan perdagangan global yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan resesi dan mendorong saham-saham di seluruh dunia yang tergolong mengalami penurunan tajam.

Trump telah memberikan sinyal beragam kepada investor tentang apakah tarif akan tetap berlaku dalam jangka panjang, menggambarkannya seolah kebijakan itu permanen.

Baca Juga: Dilaksanakan mendadak dan didampingi banyak pejabat, terungkap pembicaraan rahasia di pertemuan Prabowo dan Megawati

Di sisi lain, Presiden AS itu mengklaim pihaknya telah menekan para pemimpin negara lain untuk bernegosiasi.

"Kami memiliki banyak negara yang ingin membuat kesepakatan," kata Trump di Gedung Putih, AS, pada Selasa, 8 April 2025.

Trump juga mengatakan pada acara berikutnya, dirinya berharap China juga akan menempuh proses negosiasi.

Adapun, AS telah menjadwalkan pembicaraan dengan Korea Selatan dan Jepang, dua sekutu dekat dan mitra dagang utama, serta Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni yang akan menuju AS pada pekan depan.***

Tags

Terkini