Namun semua itu harus terhenti seiring kepergian sang kekasih.
“Dan rencana-rencana kami berdua, bersama keluarga, kini tinggal kenangan,” tulis Arap lirih.
Pernyataan itu menggambarkan betapa kehilangan ini bukan hanya soal perpisahan, tetapi juga tentang mimpi yang tak sempat terwujud.
Pamit sementara, ingin menenangkan diri
Reza Arap juga meminta publik untuk tidak berspekulasi berlebihan atas kondisi emosionalnya.
Ia mengaku sedang berada dalam fase terlemah dan membutuhkan ruang untuk memulihkan diri.
“Bohong kalau saya bilang saya tidak lemah dan tidak hancur,” tulisnya jujur.
“Sementara ini biarkan saya fokus pada diri sendiri,” sambungnya.
Ia pun berpamitan sementara dari ruang publik dan berjanji akan kembali ketika dirinya sudah siap secara mental.
“When the time comes, saya pasti akan minta tolong,” tutup Arap.
Duka yang mengundang simpati publik
Unggahan tersebut sontak menuai simpati luas dari warganet.
Baca Juga: Banjir meluas di Pantura Subang, Kang Rey pilih ngantor di lokasi dan desak normalisasi sungai