“Terus mau kasih Rp200 ribu untuk damai. Meledaklah saya,” imbuhnya.
Baca Juga: Bukan Rp150 juta, warga Aceh Timur buktikan sumur bor pascabanjir bisa dibuat Rp15 juta
Istri dibawa ke pos kesehatan hingga rumah sakit
Fiersa kemudian membawa Aqia ke Pos Kesehatan KAI Gambir untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sementara itu, Ubay menahan pelaku hingga pihak kepolisian datang ke lokasi.
Setelah polisi tiba, pelaku mengaku tidak memiliki uang dan menyebut mobil yang dikendarainya bukan miliknya. Ia pun akhirnya meminta maaf atas kejadian tersebut.
Aqia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa rontgen. Ubay bersama pelaku sempat mengurus laporan kepolisian terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Psikolog ungkap masalah keluarga banyak berawal dari faktor ekonomi
Alasan Fiersa nyaris lepas kendali
Dalam unggahan lanjutan pada Senin, 5 Januari 2026, Fiersa menjelaskan bahwa kemarahannya bukan soal nominal uang yang ditawarkan pelaku.
“Bagi saya bukan soal uang. Ini soal konsekuensi ketika berbuat kesalahan,” tegas Fiersa.
Ia juga mengaku tak sanggup membayangkan jika putrinya tidak sedang digendong dan ikut menjadi korban.
“Saya tidak bisa membayangkan kalau tadi posisinya Kinasih tidak saya gendong dan ikut tergencet,” ucapnya.
Baca Juga: Kayu gelondongan jadi jembatan relawan salurkan bantuan untuk korban banjir Aceh
Urung perpanjang urusan hukum
Meski sempat melapor, Fiersa menyebut laporan tersebut akhirnya dicabut. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan permintaan Aqia dan masukan dari Ubay.