entertainment

Skandal dugaan Pertamax oplos mencuat ke publik, pedagang kopi di Karawang ini sesalkan mengantri panjang saat beli Pertalite

Kamis, 27 Februari 2025 | 23:51 WIB
Potret Potret Dirut Pertamina sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah, Riva Siahaan (kiri), dan pedagang kopi di kedai Ulah Coffee di Cilamaya Wetan, Karawang, Tre Ikhwan (kanan) (Dok. Pertamina Patra Niaga - Facebook.com/@h.t.ikhwan)

Baca Juga: Mantan pejabat Ditjen Pajak terciduk KPK, diduga gunakan kekuasaan untuk meraup uang sponsorship hasil gratifikasi demi fashion show anaknya

Kekecewaan warga RI yang kerap antre panjang

Tre mengaku sebelumnya kerap mengantre panjang di pom bensin hanya demi motornya terisi dengan bahan bakar minyak (BBM) yang bersubsidi dari pemerintah RI.

Di sisi lain, pria berusia 42 tahun itu juga mengaku kecewa dengan adanya dugaan oplosan Pertamax menjadi Pertalite oleh oknum Pertamina.

“Iya, saya sering mengantre panjang (di pom bensin Pertamina). Dengar kabar Pertamax yang dioplos tentu saya kecewa,” terangnya.

“Kalau tahu begitu, kenapa saya harus antre panjang? Saya bisa membelokan motor saya ke jalur Pertamax, kan isinya sama-sama Pertalite,” lanjut Tre.

Baca Juga: Bertemu dengan Mendagri Malaysia, Yusril ungkap pelaku penembakan 5 WNI sudah diproses hukum: Kita hormati tindakan hukum Pemerintah Malaysia

Pedagang kopi di Karawang: Oplos pertamax itu tidak kreatif!

Penyelewengan spek minyak Pertamax menjadi Pertalite yang dituding Kejagung ke Pertamina itu pun disebut Tre sebagai tindakan yang tidak kreatif.

“Itu tidak kreatif, mereka (Pertamina) tidak tahu betapa sering saya memutar otak untuk memperhitungkan ongkos BBM dalam aktivitas jual kopi,” tegas Tre.

Menyikapi isu penyelewengan Pertamax oplosan dari PT Pertamina, pemilik kedai ‘Ulah Coffee’ itu hanya bisa pasrah dengan keadaan.

“Saya hanya bisa pasrah, lalu bagaimana lagi? Beri saja mereka uang jika dibutuhkan. Saya yakin rezeki tidak akan tertukar,” tandas Tre.***

Halaman:

Tags

Terkini